Pages

Rabu, 22 Agustus 2012

Efek Samping Terlalu Banyak Makan Pedas (hot food effect)


Bagi sebagian orang tidak lengkap rasanya kalau menikmati masakan kalau tidak ada rasa pedasnya. Rasa pedas sudah begitu akrab di lidah orang Indonesia. Ada banyak manfaat yang terkandung dalam cabai misalnya menambah nafsu makan, sebagai sumber vitamin C, mengendalikan pencemaran mikroba, mencegah kanker dan sebagainya tetapi jika terlalu banyak makan cabai juga bisa mendatangkan efek buruk bagi kesehatan. Efek samping yang bisa timbul apabila teralu banyak makan cabai antara lain:

1. Gastritis
Gastritis adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lambung. Biasanya gastritis atau yang biasa disebut dengan maag ini disebabkan karena bakteri tetapi terlalu banyak makan cabai juga bisa menjadi salah satu penyebabnya karena makanan pedas dipercaya dapat menurunkan kemampuan lapisan pelindung lambung. Lapisan ini berfungsi melindungi lambung dari asam lambung.
2. Refluks asam lambung
Salah satu yang tidak dibolehkan pada orang yang memiliki penyakit refluks asam lambung adalah mengkonsumsi makanan yang pedas-pedas. Refluks asam lambung kronis dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kanker esophagus, pneumonia dan gigi rusak karena asam lambung.
3. Insomnia
Kebanyakan kita tidak tahu bahwa selain kafein ternyata makanan pedas juga bisa menimbulkan kesulitan tidur. Ini terjadi karena setelah memakan makanan pedas maka suhu tubuh akan naik (itu sebabnya kita berkeringat setelah memakannya) sementara tubuh perlu melambatkan metabolisme sebelum tidur. Supaya lebih mudah tidur, hindari makanan pedas mendekati jam tidur.
4. Menurunnya kepekaan lidah
Semakin lama orang terbiasa mengkonsumsi makanan yang pedas maka kepekaan lidahnya menurun. Bagi orang lain satu sendok sambal sudah sangat pedas tetapi bagi orang yang terbiasa maka hanya sedikit merasakan pedas. Ini tidak hanya berlaku pada rasa pedas saja tetapi juga berpengaruh terhadap pengecapan rasa lainnya seperti manis, asin, asam dan pahit. Menurunnya indera pengecapan ini tidak jauh berbeda pada berkurangnya pendengaran orang berada dilingkungan bising, keduanya mempunyai akibat yang permanen.
5. Sakit perut dan diare
Ini akibat iritasi pada organ pencernaan karena makanan pedas. Meskipun sifatnya akut dan tidak persisten tetapi ini merupakan suatu tanda bahwa kita sudah kelebihan makanan pedas.
Makan dalam jumlah yang proporsional
Saya sendiri suka makanan pedas karena membangkitkan selera. Tetapi ada batas dimana tubuh merasa “tersakiti” apabila makan terlalu banyak makanan pedas misalnya saat lidah terasa terbakar atau perut mulas-mulas. Meskipun banyak orang yang menyukai sensasinya tetapi tidak seharusnya kita mengabaikan peringatan-peringatan tersebut. Kurangi jumlah cabainya jika sudah merasakan sesuatu yang tidak beres setelah memakan makanan pedas.
Share

0 komentar:

Poskan Komentar